Kisah Wanita Yahudi Jadi Mualaf, Berawal dari Penasaran Soal Sujud

Hidayah dari Allah SWT datang dari mana saja dan menjadi petunjuk yang diberikan kepada manusia untuk mendapatkan kebaikan. Seperti kisah wanita dari keluarga Yahudi ini yang mantap memeluk agama Islam.

Kisah Wanita Yahudi Jadi Mualaf, Berawal dari Penasaran Soal Sujud

Hidayah dari Allah SWT datang dari mana saja dan menjadi petunjuk yang diberikan kepada manusia untuk mendapatkan kebaikan. Seperti kisah wanita dari keluarga Yahudi ini yang mantap memeluk agama Islam.

Kisah tersebut ia bagikan lewat akun Youtube Alhmmmdd. Mengaku lahir di Montreal, Kanada, dia tak ingin warganet mengetahui identitas atau nama lengkapnya.

"Saya lahir dan besar di Kanada. Keluarga saya Yahudi, ayah saya dari Hungaria jadi Ashkenazi yahudi. Ibu saya lahir di Maroko dan Palestina yang diduduki atau yang kamu tahu orang-orang Yahudi menyebutnya Israel. Saya belum merasa nyaman menyebutkan identitas," ungkapnya di akun Youtube Alhmmmdd.

Saat usianya menginjak tiga atau empat tahun kedua orangtuanya berpisah. Ibu Alhmmmdd membawa dia dan saudaranya keluar dari komunitas hasid (Yahudi). "Terkadang sulit dipahami orang tapi saya masih menganggap diri saya etnis Yahudi yang beragama Islam," tuturnya.

Alhmmmdd Mantap Jadi Mualaf

Alhmmmdd menuturkan ada berbagai perjalanan hidup yang telah ia tempuh. Alhmmmdd menghabiskan masa pendidikannya di bangku sekolah khusus Yahudi.

"Pada saat itu saya percaya pada Tuhan, saya selalu percaya kepada Tuhan tapi saya percaya pada Yudaisme secara khusus saya percaya pada Taurat. Saya memiliki pendidikan Yahudi dan saya sangat erat dengan itu," jelasnya.

Meskipun sudah meninggalkan komunitas Yahudi, keluarga Alhmmmdd tetap seperti ortodoks modern atau konservatif. "Kami masih berpakaian modest (sederhana) dan menjaga makanan yang halal. Setelah lulus sekolah menengah saya meninggalkan Yahudi. Saya bertemu orang-orang non Yahudi," sautnya.

Hingga pada suatu hari, Alhmmmdd merasakan keraguan dari dalam dirinya. Ia merasa yang dilakukan orang Yahudi tidak masuk akal baginya. Alhmmmdd kemudian semakin ragu dengan keyakinannya.

"Saya mulai memiliki sedikit keraguan di hati saya tentang apa yang saya latih dan kemudian saya mulai menjauhkan diri dari Tuhan. Jadi saya hidup seperti itu beberapa bulan tetapi kemudian pada satu titik saya seperti merasa asing dari Tuhan," ungkapnya panjang lebar.

"Seperti aku perlu untuk memperbaiki hubungan saya dengan Tuhan karena saya mulai merasa kosong tanpa kehadiran Tuhan dalam hidup," lanjutnya.

Sebelum pergi ke sekolah, setiap hari di bus ia mengambil buku mengapa warga Arab selalu sujud kepada Tuhan. Padahal orang Yahudi tidak sujud saat salat. Ia mulai mencari di Google dan ke daerah Khabar dan informasi tersebut tidak membuat ia merasa puas.

"Pada saat itulah titik yang saya sadari bahwa pertanyaan saya selama ini sudah terjawab dan masuk akal. Saya benar-benar tidak punya teman Muslim. Ada satu orang, tapi dia teman online tidak pernah berbicara tentang agama dan tidak bertemu dalam kehidupan nyata," lanjutnya lagi.

Alhmmmdd kemudian mulai memperlajari ilmu agama Islam. Bagi Alhmmmdd, agama Islam masuk akal dan menjawab semua pertanyaannya.

"Saya mulai membaca Al-Qur'an masuk akal, tidak ada yang salah dan terasa sempurna. Tetapi pada saat itu saya belum yakin saya akan pindah agama. Saya menerima Islam tapi di beberapa titik saya menyadari bahwa kesopanan berpakaian dan semuanya seperti masuk akan," kata Alhmmmdd.

Keputusan Alhmmmdd sudah bulat dan mengucapkan dua kalimat syahadat pada 26 Januari 2018. "Pada saat itulah saya menganggap diri saya sepenuhnya sebagai seorang Muslim. Saya berubah dari Yahudi menjadi Muslim," tuturnya.

Kini wanita yang mengenakan niqab ini sudah menikah dengan pria asal Palestina. "Saya bukan dari Palestina, tapi suami saya orang Palestina dia lahir dan besar di Palestina. Saya cukup sering pergi ke Palestina. Tapi sekarang kita sedang berjauhan karena saya di Kanada dan suami di Palestina," pungkasnya.